Tgk. Hasan Basri yang populer dengan panggilan Nek Hasan
Photo: The ACEH TIMES

PENA News | Masyarakat Aceh yang berdomilisi di Denmark telah memilih dan menyepakati yang dipertua untuk menjaga silturrahmi dan persatuan. Pemilihan itu berkenaan dengan tamatnya tugas Ketua Lama. Pada kesempatan tersebut, Johan Makmor Habib yang dipercayakan untuk menjaga silaturahmi selama setahun ini berharap agar penerusnya bisa menjaga dan terus berusaha untuk membuat Rakyat Aceh di Denmark lebih kuat lagi dalam persatuan.

Perbedaan pikiran dan pandangan serta ideologi bukanlah satu halangan untuk menjaga ukhuwah/hablumminannas antara sesama Bangsa Aceh, ujar Johan yang juga inisiator PENA.Org.

Pemilihan kali ini tidak sama dengan dulunya, karena pada kesempatan ini belum ada tuha 4 (Peut) dan tuha tuha yang lainnya. Tetapi setelah dipikir kembali maka Tuha 4 kita kekalkan karena bisa membantu Ketua dan Wakil Ketua, sedangkan Tuha-Tuha yang lain sudah ditiadakan. Kali ini hanya fokus pada jabatan, Ketua, Wakil, Imam dan Qadi, sementara Tuha 4 kita kekalkan karena bisa membantu Ketua dan Wakil Ketua, sedangkan Tuha-Tuha yang lain sudah ditiadakan.

Pemilihan yang sangat Demokrasi itu, dan seluruh Masyarakat Aceh telah mendapatkan undangan. Tapi ya tentu saja ada yang berhalangan maka tidak bisa hadir, walaupun begitu acara pemilihan ketua baru sangat bagus dan berjalan lancar.

Johan Makmor dalam ucapan Peletakan Jabatannya berkata dan berpesan, ke depan Ketua Baru di Denamrk lebih baik memikirkan urusan internal saja, tak usah memikirkan politik. Karena politik itu hanya membuat kita jadi jauh antara sesama, biarkan saja politik itu urusan masing-masing individu. 

Persaudaraan dan persatuan sesama Bangsa Aceh lebih penting daripada politik yang notabenanya selalu mengarah ke perpecahan dan permusuhan. Wakil Ketua Munzir, tidak bisa datang disebabkan berhalangan. Walaupun begitu dia mengirimkam surat peletakan jabatannya. Dan, dia juga berpesan agar Masyarakan Aceh yang ada di Denmark agar memperkuat persatuan.

Pemilihan Ketua di mulai dengan para calon yang ditunjuk oleh orang ramai. Ada 5 (lima) orang yang teripilih Sebagai Calon. Tapi yang menang adalah Anwar Umar, seorang anak muda berbakat dan harapan masa depan Bangsa Aceh.

Masyarakat yang hadir telah memberi wewenang kepada Anwar Omar untuk memilih wakilnya sendiri, dan dia telah memilih wakilnya yaitu Hasan Basri (Nek Hasan). Tapi disebabkan Anwar Omar merasa beliau terlalu muda, dan perlu banyak belajar, maka selaku Ketua terpilih dia menurunkan pangkatnya sendiri dari Ketua menjadi Wakil Ketua. Dan jabataban ”Komandan” (Ketua) diberikannya kepada Hasan Basri. Salut dengan Anwar Omar sebab telah bisa dan mengerti akan kekurangan ”Red”.

Dalam ucapan pertamanya, Nek Hasan berharap agar Rakyat Aceh yang berada di Denmark, supaya bersedia dan siap membantu dan mensukseskan kerja beliau. Misi yang diberikan oleh Nek Hasan adalah lebih kepada persatuan dan acara keagamaan. 

Nek Hasan dalam kata penutupnya, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Aceh yang hadir dan yang tidak sempat hadir, karena telah mempercayakan dirinya untuk dipertua dalam masa setahun ke depan.
Laporan JM. Habib
The ACEH TIMES Europa
SUMBER: www.tabloidsuarapublik.com
The ACEH TIMES adalah
Group Campany Tabloid SUARA PUBLIK