Like on Facebook

header ads

Siswa Aceh di Denmark Galang Dana Bantu Syiria

Anak-anak Skt Knud Skole Sedang Jualan kerjaan tangan mereka
PENA News | Sebagai orang tua kami diundang ke sekolah untuk mengahadiri kegiatan SOS. Sayapun berpikir kenapa ada hari SOS di sekolahan anak-anak. Pada pagi Sabtu (30 November 2013) jam 9, saya dan Win serta Cinta sudah berada di sekolah mereka untuk menghadiri acara SOS itu.

Ketika sampai disana saya melihat banyak orang tua yang sudah berkumpul dan tidak lupa pula ada yang bawa kakek nenek mereka untuk menghadiri hari SOS hari ini. Walaupun dibuat pada hari weekend, namun semangat anak-anak dan para orang tua sangat tinggi sekali.

Saya melihat banyak toko-toko kecil yang menjual makanan dan mainan serta buku-buku yang dijual dengan harga yang sangat murah. Rupanya hari SOS kali ini ditujukan untuk membantu anak-anak di Syiria yang sedang dilanda perang.

Untuk membantu anak-anak disana maka banyak sekolah tingkat SD di Denmark yang mengadakan hari SOS ini. Dengan harapan sedikit banyak bisa membantu anak-anak di Syiria yang sedang susah.

Anak-anak sekolah ini memang tinggi sekali insting membantunya, mereka mengadakan berbagai pertunjukan dan membuka kedai makanan juga. Ada diantara mereka menjual kue, buku, pohon natal, game, kelender buatan mereka sendiri dan banyak lagi kerja tangan mereka yang dijual kepada pengunjung dengan harga yang berpatutan.

Saya melihat betapa semangatnya anak-anak ini bekerja untuk membantu saudara mereka yang sedang dilanda perang. Win salah seorang Siswa yang merupakan Putra Aceh yang turut ambil bagian dalam acara itu mengatakan, ”Kita perlu membantu orang yang sedang dalam keadaan susah, sebab kalau nanti kita susah, maka ada orang lain juga yang menolong kita” katanya dengan nada yang semangat.

Sebagai seorang yang sudah dewasa, saya berpikir, ada berapa banyak orang dewasa yang bisa berpikir seperti mereka itu, kebanyakan dari kita mungkin berpikir tak sejauh seperti yang mereka pikirkan. Acara itu berakhir sekitar jam 12 siang, dan saya bisa melihat betapa puasnya mereka sebab hampir makanan dan barang julalan mereka habis terjual.

Betapa mulianya hati mereka, betapa ihklasnya niat mereka dan betapa bangganya mereka setelah selesai acara itu. Walau tidak bisa berbuat banyak, setidaknya kegiatan seperti itu, seharusnya orang dewasalah yang lebih tahu.

Pada dasarnya acara itu tentu saja datang dari dari benak orang dewasa (guru mereka-red) tapi tidak banyak yang berpikir sedemikian rupa. Terkadang kita lupa kalau kita lebih mementingkan nafsu daripada mementingkan kehidupan saudara kita yang sedang susah.

Saya hanya bisa berharap, agar acara seperti ini ada juga di Aceh, biar Aceh sesuai dengan namanya, Nanggroe Aceh Darussalam, Negeri yang bersyariah. 
Wassalam
Dari Sahabat PENA di Denmark
Johan Makmor Habib

Posting Komentar

0 Komentar