Like on Facebook

header ads

Pemberontakan Ala Catalunya Melawan "Tirani" Spanyol

Oleh: M. Armiyadi Signori

“Nama saya Montse Bernabus dan ini kawan saya Paula Clarimon, kami dari Barcelona”.

“OK, senang bertemu kalian, Spanyol sangat popular di negara saya terutama di Kota Banda Aceh, tempat saya tinggal. Karena pasca Tsunami banyak tentara kalian yang membantu membersihkan kota kami dari sisa Tsunami dan negara kalian sangat jago main bola kaki”

“Maaf, kami dari Catalunya (Katalan) bukan spanyol, kami pendukung Tim Barcelona. Walaupun, kami tidak begitu menyukai sepak bola”. Ini, pengalaman pertama kali bertemu dua mahasiswi asal Barcelona di kampus saya, di Norwegia yang kemudian menjadi kawan akrab saya.

Ucapan dua mahasiswi tersebut bisa jadi mewakili perasaan kebanyakan warga Catalunya yang “Tidak Bahagia” bergabung dengan negara induknya Spanyol dan salah satu bentuk perjuangan mereka adalah melalui sepak bola, tidak memberi efek langsung memang. Namun, bagi warga Catalunya ketika Tim Barcelona mampu mengalahkan Real Madrid dalam laga bertitel El Clasico, ini adalah kemenangan mereka terhadap Spanyol.

Kisah perseteruan warga Catalunya dengan Pemerintah Pusat (Spanyol) dimulai pada tahun 1934. Spanyol pada saat itu dipimpin oleh Jenderal Franco yang sangat otoriter dan warga Catalan menolak bergabung dengan pemerintahannya.

Mereka mempergunakan tim sepak bola, Barcelona sebagai arena tempat berkumpul, berpendapat, dan menggunakan bahasa Catalunya, Jenderal Franco melarang penggunaan bahasa tersebut. Klub Barcelona bukanlah milik seseorang atau keluarga tapi milik anggotanya yang secara rutin membayar iuran setiap tahunnya.

Ada beberapa kisah menarik yang terjadi pada masa itu diantaranya pembunuhan Josep Sunol, Presiden Barcelona oleh pihak militer pada tahun 1936, serta ancaman dari pihak militer agar Barcelona mengalah kepada Real Madrid pada leg kedua piala Copa Spanyol, skor akhirnya adalah 11-1 untuk Real Madrid, padahal pada pada leg pertama Barcelona telah menang 3-0.

Di luar cerita sepak bola, Barcelona, ibukota Catalunya adalah kota terbesar kedua di Spanyol setelah Madrid. Dengan jumlah penduduk sekitar 3 juta, kota ini sangat indah dan dijuluki kota paling bergaya di Eropa setelah Paris dan Milan.

Ketika saya dan tiga rekan keluar dari bandara El Prat Barcelona, langsung disuguhi suasana yang berbeda dengan kebanyakan kota di Eropa lainnya. Kota yang terletak di pinggir laut mediterania ini merupakan perpaduan gaya modern dan tradisional ala meditarenia dan Catalunya.

Disepanjang jalan menuju pusat kota, kami bisa menikmati keindahan pohon palm yang berjejer disepanjang jalan dan bangunan-bangunan yang ada di perbukitan. Menariknya lagi kota ini tetap indah dikunjungi pada musim apapun, cuaca dan suhunya tetap bersahabat, sesuatu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan negara Eropa lainya, terutama di Eropa Utara atau Skandinavia. Di kota ini, anda tidak perlu berjuang melawan salju pada musim dingin.

Ada banyak tempat menarik di kota ini, salah satu yang paling terkenal adalah Sagrida Familia. Katedral ini, sudah dibangun sejak tahun 1884, namun anehnya sampai sekarang belum selesai pembangunannya dan butuh waktu 40 tahun lagi untuk merampungkannya. Katedral ini, merupakan kebanggaan warga Barcelona dan objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh turis, oleh UNESCO bangunan ini masukan dalam salah satu warisan dunia.

Namun yang paling menarik bagi kami tentunya mengunjungi Camp Noe, Stadion milik Barcelona FC yang merupakan stadion terbesar di Eropa, dengan daya tampung 100 ribu penonton. Komplek stadion ini sangat luas karena bukan hanya diperuntukkan untuk sepak bola saja tapi juga untuk cabang olah raga lainnya seperti voley ball, hand ball dan lainnya.

Ketika ada pertandingan El Clasico, Barcelona versus Real Madrid, maka kota ini akan lengang karena kebanyakan warganya lebih memilih untuk menonton sepakbola di bar-bar dari pada melakukan aktivitas lainnya. Ketika pemain Barcelona mencetak gol ke gawang Real Madrid, maka penonton akan merayakan dengan berbagai cara heboh, termasuk memecahkan botol-botol bir yang ada di meja mereka.

Sebagai ilustrasinya mungkin anda pernah membaca berita cara mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta yang merayakan gol kemenangan dari Ibrahimovic ke gawang Real Madrid pada musim 2009/2010 dengan menggelar pesta minum bir sampai pagi. Kawan seperjalanan saya, Aiyub Ilyas sempat mengeluarkan hipotesisnya, “Tidak semua penggemar mencintai Barcelona karena sepakbola indahnya tapi juga ada faktor lainnya”.
M. Armiyadi Signori adalah
Staf Rumah Sakit Jiwa Aceh  dan
Akitivis World Achehnese Association
SUMBER: www.atjehportal.com

Posting Komentar

1 Komentar

  1. saya PAK SLEMET posisi sekarang di malaysia
    bekerja sebagai BURU BANGUNAN gaji tidak seberapa
    setiap gajian selalu mengirimkan orang tua
    sebenarnya pengen pulang tapi gak punya uang
    sempat saya putus asah dan secara kebetulan
    saya buka FB ada seseorng berkomentar
    tentang AKI NAWE katanya perna di bantu
    melalui jalan togel saya coba2 menghubungi
    karna di malaysia ada pemasangan
    jadi saya memberanikan diri karna sudah bingun
    saya minta angka sama AKI NAWE
    angka yang di berikan 6D TOTO tembus 100%
    terima kasih banyak AKI
    kemarin saya bingun syukur sekarang sudah senang
    rencana bulan depan mau pulang untuk buka usaha
    bagi penggemar togel ingin merasakan kemenangan
    terutama yang punya masalah hutang lama belum lunas
    jangan putus asah HUBUNGI AKI NAWE 085-218-379-259
    tak ada salahnya anda coba
    karna prediksi AKI tidak perna meleset
    saya jamin AKI NAWE tidak akan mengecewakan

    BalasHapus